Greenious-Hurray

Gak da yang lebih menyenangkan selain mencurahkan ide dalam bentuk tulisan, dan orang-orang membaca dan mengerti tulisan itu. He..he..

Jam Dinding

Monday, November 9, 2009

Suka sedalam Retina Mata

Diposkan oleh Reesh-Ma

Setiap kuliah selalu lihat dia...
Orang yang sama, tapi selalu buatQ tampak paling beda.
A...h selalu cuma bisa lihat dia dari jauh.
Selalu semuanya berhenti di selaput Retina mata.

Namanya simply.. Luki...
dan syndromku kuberi nama Lukisme.
Dia jadi esper buat mata saya.
Tiap kali Luki muncul, retina mata saya akan tertuju buat dia.

Hahaha...
Lukisme!
pemandangan sore hari, di ujung sana
dengan sinar matahari yang jatuh tepat dirambutnya membuat jadi keemasan.
Atau saat tiba-tiba Luki berlari..
Bahasa verbal dari gambar retinaQ cuma teriakan panjang.
Cukup sudah dengan melihat dia setiap hari...
Cukup sudah dengan selalu melihat dia tertawa di ujung sana.
Lukisme memang aneh!

Klo Q bisa punya kesempatan...
1 kali saja moment untuk bisa membuatku mengenalnya.
Lebih dari melihat senyumnya...
ingin lebih dari itu.
Rasanya sukaQ cukup hanya di Retina Mata.
Tak bisa berjalan lebih dekat...
karena itu Lukisme terlihat indah!
Cukup saja di retina mata.

Thursday, October 22, 2009

Trouble Is A Friend

Diposkan oleh Reesh-Ma

Trouble he will find you no matter where you go, oh oh
No matter if you're fast, no matter if you're slow, oh oh
The eye of the storm or the cry in the mourn, oh oh
You're fine for a while but you start to lose control

He's there in the dark, he's there in my heart
He waits in the wings, he's gotta play a part
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh!

Trouble is a friend but trouble is a foe, oh oh
And no matter what I feed him he always seems to grow, oh oh
He sees what I see and he knows what I know, oh oh
So don't forget as you ease on down the road

He's there in the dark, he's there in my heart
He waits in the wings, he's gotta play a part
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh

So don't be alarmed if he takes you by the arm
I won't let him win, but I'm a sucker for his charm
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh!

Oh how I hate the way he makes me feel
And how I try to make him leave, I try
Oh oh, I try!

He's there in the dark, he's there in my heart
He waits in the wings, he's gotta play a part
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh

So don't be alarmed if he takes you by the arm
I won't let him win, but I'm a sucker for his charm
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh!
Ooo, oh ooo, ooo ahh

Aiiiih..... ^_^

Diposkan oleh Reesh-Ma

Hyaaa.... akhirnya tadi siang bisa menyapa kakak senior yang selama ney cuma bisa diliat doang. Hohohoh... itu tadi terjadinya juga spontan ajah cuma beberapa detik. Cuma senyum doang.... Gapapa lah, mending daripad nggak pernah nyapa sama sekali.

Tapi ngomong-ngomong dia tau gak ya Q ney sapa?? jangan-jangan dia mikir "ntu cewek sapa ya kok senyum-senyum ke gw??" wakawkakwakw tapi gak laah... Qta kan sering ketemu, paling gak dia tahu lah klo Q anak FH juga!

Aiiihhhh harusnya tadi Q ajak kenalan ajah ya sekalian... mumpung parkiran lagi sepi. Jadi kepengen ada kesempatan berikutnya. Waiting banget dah....

Tuesday, October 20, 2009

Jadi Manajer Band

Diposkan oleh Reesh-Ma

Barusan inget ada tawaran dari seseorang buat memanajeri bandnya. huhuhu... Q pikir kayaknya itu orang salah ngomong dah. Bayangkan tipe-tipe seperti aku ini harus jadi manajer!! tapi jujur ajah, kepingin banget memanajeri itu band. itung-itung belajar...

belom selesai ngobrol datang temen yang ganti ngajak ngobrol, putus dah itu tawaran. Pulang kul nyariin orang itu tadi malah gak ada... jadi makin penasaran. Bandnya sih katanya bergenre parodi, sejenis kuburan band atawa teamlo gitu...

Kayak apa ya rasanya jadi manajer band?? anehnya lagi itu orang nawari gw jadi manajer cuma kerna dia pernah liat Q ngobrol ma salah satu temen sambil makan siang, dia pikir saya adalah orang yang tepat buat memanajeri bandnya... hahahha... ge-er sih, tapi tetep gak yakin ma diri sendiri.

apa kerjanya gw juga gak tau, yang jelas kudu banyak chanel buat nyariin band itu job. waduuuuh mana aku orang yang ndeng-ndeng serrrr lagi... kemana Q kudu cari chanel??? Q bukan orang gaul tapi juga gak kuper-kuper amat, kok bisa itu orang minta tolong saya??

Aku juga ngobrol ma orang itu baru tadi, biasanya cuma ketemu doang. Nama bandnya No Entry, ada yang pernah denger??? wah...wah...wah... jadi tambah kepingin, tapi gimana caranya? Q butuh batuan seseorang buat ngebimbing....

Saya sakit...

Diposkan oleh Reesh-Ma

perut saya sakit banget... emang sih karena salah sendiri makan telat, tapi gak nyangka sakitnya kayak begini. Apalagi masih harus ngendon di warnet buat nyari tugas. Dibuat jalan susah, dikasih makan tambah sakit... apes gw!!!

Yang paling menyedihkan adalah aku sendirian sekarang, mending klo pas sakit begini ada temen-temen di sebelah yang bisa ngasih perhatian. Sekarang?? ngerasain jadi anak kos yang kudu siap-siap sendirian. Jadi inget sama salah satu temen yang lagi sakit di kontrakannya, udah sakitnya parah, jauh dari ortu lagi. Semoga kau cepat sembuh nak...

sampai aku ngetik posting ini, perut saya masih melilit karena maag yang gak kunjung selesai. sudah aku pasrah que sera-sera ajah. mau gimana lagi, jadi kangen ma temen-temen yang biasanya ada disebelah saya!!! kangen ma rumah juga...

barusan pacar menghubungi menanyakan keadaanku sekarang, seneng sih tapi lebih seneng lagi klo dia bisa datang kesini sambil bawa obat atau makanan. Yah kemaren-kemaren emang ada yang suka tiba-tiba nyamperin datang ke warnet pas aku lagi di warnet juga. masalany tuh orang udah pergi jauh-jauh ke laut!! kini mengharapakan pacar yang tak kunjung mau datang juga..

Emang gak enak sakit dalam keadaan sendirian!!! bingung mau diapain nih penyakit, berobat juga duit pas-pasan... yah paling bisanya curhat di blogger. Semoga aku cepat sembuh!!

Friday, October 16, 2009

Harusnya kamu tahu...

Diposkan oleh Reesh-Ma

Dengerin baik-baik ya...
saya gak mau suatu saat nanti kamu terus-terus merasa saya telah membuat kamu sakit...
Saya juga tak peduli kamu tau atau gak
klo suatu saat kamu tau dan ternyata itu telat...
ya salahmu sendiri!!


Kamu nggak pernah tahu apa yang saya rasakan.
Beberapa waktu yang lalu kamu memang membuat waktu saya jadi menyenangkan.
Kamu adalah sedikit dari beberapa orang yang mampu membuat saya lupa dengan segala permasalahn dan depresi saya..
saya berterima kasih untuk itu!!
Disisi lain saya melupakan satu persoalan yang harusnya segera ku selesaikan
Kamu tahu aku bersama dia, tapi kamu tetap datang.
saya merasa apa yang kamu lakukan adalah sebuah perhatian lebih dari apa yang Q terima sekarang dari dia...
Saya merasa nyaman, merasa tak sendiri...
Tapi ketika kamu katakan apa yang ada di dalam masa lalumu, jujur saya merasa kecewa...
Disaat saya berharap kamu dapat menggantikan dia, ternyata kamu sedang bermain-main dengan perasaan.
Kamu ciptakan sebuah permainan dalam hidupmu!
Alasannya karena masa lalumu!!
Aiiih.... Sesakit itukah hingga kamu bisa dengan mudahnya menyakiti banyak cewek di luar sana!!
Hampir saja aku benar-benar jatuh ke dalam dirimu kalau saja orang-orang disekelilingku tak menyuruhku waspada.
Hingga aku tak bisa percaya bahwa apa yang kamu beri cuma salah satu caramu melupakan dia.

saya menyuruhmu jauh bukan karena saya membencimu...
saya ingin jauh karena saya takut jatuh terlalu dalam lagi, sejengkal saja sudah membuat saya tersentak...
Tapi saya berterima kasih kamu sudah mengatakan hal paling besar dalam dirimu kepada saya (Menurut saya!!)
Yah paling gak saya mendengarnya darimu langsung bukan dari mulut orang...

Tapi jujur saja, saya lega telah berusaha menjauh darimu...
karena saya kini mampu melihat apa yang tak pernah kamu tunjukkan didepan saya.
Sekali lagi saya merasa kecewa dengan tingkah lakumu yang tetap saja bermain demi lari dari luka hatimu...
Kamu tetap saja berusaha mengejar seseorang lalu kemudian kamu tinggalkan.
Saya yakin kamu pun bernah berbuat itu pada saya...
Karena saya pernah merasa kamu tiba-tiba saja hilang dan tiba-tiba saja muncul.
Saya tak mau dipermainkan, itu yang pertama!!!
kedua, saya juga tak mau menykiti siapapun, kamu atau pun dia yang ada dibelakangku.
Sedang kamu tetap merasa dirimu adalah pihak yang dikecewakan!!
kamu bilang apa yang kamu lakukan dengan saya tak kamu lakukan dengan orang yang pernah kamu tarik-ulur.
Ah bodohnya saya sempat percaya itu benar!!
dan akhirnya saya tahu...
kamu juga memperlakukan semua cewek dengan cara yang sama seperti kamu memperlakukan saya...
Kamu katakan dengan cara yang sama dengan saya dan semuanya....
Ah saya kecewa dengan kamu...

sudahlah...
yang penting saya sedang berusaha lepas dari kamu!!
apapun yang kamu katakan tentang saya di dalam jaringan pertemanan itu bukan urusan saya...
Yang penting saya kini bisa hidup tanpa jadi objek permainanmu.
Dan saya bisa lagi mencari cinta yang saya mau!!!

Saturday, August 22, 2009

Arlanda Ghazali Langitan (Alda- sweet mine Ciko)

Diposkan oleh Reesh-Ma


Aku menjadi nggak normal lagi akhir-akhir ney. Semua orang disekitarku memandang apa yang kualami adalah sesuatu yang sama sekali nggak masuk akal, dan nggak mungkin terjadi. Ada juga yang menanggapi dengan senyuman nggak peduli. yah... memang kuakui semua ini tidak masuk akal, bahkan oleh aku yang mengalami sendiri semua.

Aku begitu terobsesi dengan sesosok Arlanda Ghazali Langitan atau yang semua orang kenal sebagai Alda.. Ini bukan sebuah cerita fiksi seperti yang selama ini kubuat. Semua ini nyata kualami dalam hidupku hingga detik ini. sosok Arlanda yang begitu cepatnya membuat seluruh otakku gila. Aku yang selama ini mudah saja menyukai orang lain khususnya cowok, sekarang seolah buta. Semuanya menjadi nggak berarti sejak ada Arlanda.

Aku menemukan bayangannya saat aku bosan dengan seseorang, tak kusangkan semuanya jadi begitu rumit. Awalnya kukira ini hanya perasaan kagum antara fans dengan artisnya. Tapi semakin lama, semakin aku terobsesi. Segalanya tentang dia yang tak pernah ku tahu kini menjadi incaranku. Mungkin aku bisa disebut penggemar fanatik??

Tapi sisi lain dalam diriku tak mau semua ini hanya dikatakan sebagai fans. Hingga umurku sekian tak pernah aku kagum pada bintang hingga aku tak bisa membedakan lagi mimpi dan kenyataan. aku lebay!!! Yaah tapi itulah... aku hampir gila karena ini semua. kalau saja aku bisa menyingkirkan bayangannya segampang aku beralih dari satu cowok ke cowok lain.

Setiap waktuku kini hanya untuk berkhayal tentang Arlanda. Hingga tangisan-tangisan dalam kesendirian mulai sering kulakukan. Aku menangisi diriku yang begitu gobloknya terobsesi pada 1 bintang, juga menangisi diriku yang tak mampu hidup dalam dunia yang sama dengan Arlanda. Setiap kali aku merasa menemukan jalan menuju impianku pada Arlanda, Selalu saat itu juga aku merasa betapa sosok Arlanda tak akan nyata.

berkali-kali aku meminta pada Tuhan untuk menghilangkan semua yang kurasakan. Tapi tak pernah ada jawaban. aku tetap tersiksa... setiap malam... setiap melihat gambar, mendengar suaranya atau apa saja tentang dia. Aku menangis lagi. Aku memohon pada Tuhan untuk bisa mewujudkan impian-impian bodohku ini. Hahaha... Dunia tahu ini adalah hal yang mustahil...

Aku harus apa??? aku begitu ingin ada dalam dunianya, dia mengetahui ada seseorang bernama Risma yang hampir gila karena dia. Apapun akan kulakukan seandainya aku bisa memiliki kesempatan itu. Semuanya kulakuan agar aku tak lagi begini... Pasti ada jawaban kan?? apakah semuanya akan berakhir seperti layaknya fans yang gagal bertemu Idolanya??

Lalu buat apa perasaanku diciptakan hingga overdosis begini?? siapa yang mau?? Semoga ada benang merah antara aku dan arlanda walau hanya sekejap saja... seanadainya arlanda adalah sosok yang nyata dalam diriku, seandainya arlanda tahu aku begini, Seandainya aku bisa mengenal arlanda...

Aku tak kuat lagi Tuhan!!! aku memang bukan cinderella special yang layak mendapatkan arlanda sebagai pangeran berkuda... Tak adakan yang peduli dengan semua ini??? Tertawalah dunia!!! berteriaklah bahwa aku gila!!! teruslah teriak hingga Arlanda tahu!!! Tuhan... Apa maksudmu??? Aku merasa bersyukur dengan apa yang kupunya sebelumnya, aku mensyukuri smua anugerahmu... tapi kenapa kau memberiku anugerah yang sama sekali tak bisa kutahu batasnya??? Kau bisa saja memberiku kisah gagal dalam percintaan selama 1000 kali tapi dengan makhluk yang nyata dalam duniaku, tidak dengan sosok arlanda???

Tuhan... bisakah suatu saat nanti perasaan ini menemukan balasannya?? tidak!!! semua orang bilang TIDAK!!! Sebagian otakku yang waras mengatakan TIDAK AKAN!!! apa Q harus terus merasakan sesuatu yang bhakan oleh diriku sendiri tak kupercayai??? Berikan aku jawabanmu, pasti akan kulakukan semuanya!!!

Siapa aku dalam dunia Arlanda??? bukan siapa-siapa.... walaupun jika takdir itu ada, akankan Arlanda untukku?? siapa bisa tahu semua ini kecuali Engkau, Tuhan!!!

aku ingin kembali menikmati diriku yang normal tanpa harus membuang kekagumanku pada Arlanda. Biarkan aku layaknya manusia lainnya yang hidup dalam dunia yang semestinya. Arlanda akan hidup tetap sebagai bintang tenar, sementara aku kehilangan seluruh waktuku untuk meratapi bayangannya. Jangan buat aku merasa terlambat untuk melakukan sesuatu dan kehilangan apa yang kumiliki karena kebutaanku.

Arlanda Ghazali Langitan... Jika benang merah itu ada, jika takdir itu sudah tertulis. Suatu saat nanti aku muncul dengan namaku Risma, entah nyata atau maya... Tapi untuk sejenak waktu memberiku kesempatan untuk memperkenalkan diri dihadapanmmu. Aku hanya perlu meyakinkan apa yang kurasakan ini hanyalah fanatisme, kekaguman yang berlebihan atau lebih dari itu. Bahwa anugerah perasaaan manusia terbesar dan terindah telah membuatku memilihmu untuk kucintai...

Kapanpun Dimanapun... Sesosok gadis tak berguna hampir gila karena Arlanda. Alda Changcuters -Sweet mine Ciko

Monday, June 22, 2009

Mahasiswa Antara Sertifikat dan Intelektualitas

Diposkan oleh Reesh-Ma

Sebagai Mahasiswa yang menjadi peserta didik tingkat tertinggi dalam dunia pendidikan, yang nantinya mayoritas akan menjadi penerus Bangsa Indonesia baik di roda pemerintahan ataupun di bidang-bidang lainnya, maka selayaknya mahasiswa-mahasiswa dituntut untuk selalu mengedepankan intelektualitas serta skill-skill untuk menjadi pegangan kelak. Intelektualitas ini dapat berupa akademik maupun non akademik seperti organisasi dan aktif tidaknya seseorang dalam sebuah kegiatan. Dalam hal non akademik, dapat dibuktikan dengan adanya sertifikat dari suatu lembaga tertentu.
Sertifikat tidak hanya menjadi tolak ukur aktif tidaknya mahasiswa dalam kegiatan kampus, namun juga menjadi pertimbangan di dunia kerja untuk menentukan layak atau tidak seorang sarjana diterima di instansi tersebut. Beragam kegunaan sertifikat tersebut telah menjadikan setifikat seolah didewa-dewakan, seolah sertifikat lebih penting dari substansi dari kegiatan tersebut. Sehingga menimbulkan pola pikir praktis dikalangan mahasiswa untuk mendapatkan sertifikat sebanyak-banyaknya tanpa perlu repot mengikuti sebuah kegiatan. Sertifikat di lain sisi juga menimbulkan peluang besar bagi penyelanggara acara untuk menarik minat peserta. Dengan ‘iming-iming’ sertifikat diharapkan mahasiswa dapat tertarik untuk mengikuti acara tersebut.
Pada akhirnya pola pikir seperti ini hanya akan menjadikan mahasiswa sebagai pengoleksi sertifikat. Substansi dari suatu kegiatan yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan Negara tidak tercapai secara maksimal. Karena setumpuk sertifikat ternyata tidak bisa membuktikan apakah mahasiswa itu mempunyai ilmu dan skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Apalagi dengan biaya pembuatan yang murah dan factor afilasi (keakraban dengan penyelenggara acara) maka dapat dimanipulasi seolah-olah sertifikat tersebut memang resmi dari sebuah kegiatan yang diikutinya.
Jika hal ini terus berlanjut, maka organisasi tidak lain hanya akan menjadi sebuah lembaga pengobral sertifikat murah. Maka diperlukan sebuah jalan keluar agar mahasiswa tetap dapat aktif dan memperoleh sertifikat sesuai kemampuan masing-masing. Diperlukan sebuah mekanisme agar sertifikat tidak gampang dibuat, seperti menyeleksi kegiatan-kegiatan yang layak untuk diberikan sertifikat atau lebih gampangnya mengukur intelektualitas seseorang tidak berdasarkan banyaknya sertifikat.
Intelektulitas dapat diukur dengan peran serta mereka di masyarakat. Sejauh mana mahasiswa dapat menyelesaikan, menyingkapi, atau menganalisis suatu problema dimasyarakat maka itulah seorang mahsiswa yang memiliki intelektualitas tinggi. Bukan berarti semua kegiatan tidak penting dan tidak usah diselenggarakan, namun hal ini untuk mencegah para calon-calon sarjana tidak memiliki skill dan pengetahuan cukup di dunia kerja.


Risma Tri
Mahasiswi FH UNAIR 2008

Friday, June 5, 2009

Kasus Nita dalam Perspektif Hukum dan Kedokteran

Diposkan oleh Reesh-Ma

Pada awal Maret lalu terjadi sebuah peristiwa mengharukan yang menimpa seorang gadis desa asal desa Bendelonje, Kabupaten Blitar bernama Nita Nur Halimah (21). Beberapa Media massa baik cetak maupun elektronik local maupun nasional gencar meliput berita tentang Putri pertama pasangan Solikin dan Marsini ini yang harus merasakan sakitnya menjadi korban malaprktik dari sakit linu-linu yang dideritanya.

Penyakit yang awalnya tampak biasa saja ini adalah awal dari perubahan dari seluruh hidupnya. Nyeri linu-linu yang dideritanya sejak 2 tahun lalu setelah lulus dari D3 univeritas Wearnes Malang adalah gejala awal dari penyakit mematikan yeng selama ini dideritanya yaitu SLE (Systemic Lupus Erythomatosus). Penyakit ini tergolong langka dan bisa menyerang siapa saja. Setelah menjalani perawatan dan pengobatan, penyakit tersebut berkembang menjadi Steven Jhonson Syndrome yang pada akhirnya telah merenggut nyawa gadis muda tersebut pada tanggal 15 April 2009.


Kronologi Kasus

Dugaan kasus Malapraktik yang dialami Nita ini berawal sejak tanggal 4 Januari 2009. Saat itu Nita mengeluh linu dan berobat ke klinik ALIYA, Dsn.Kutukan, Ds.Sidodadi, Kec.Garum, Kab.Blitar. Klinik ini dijalankan oleh dr. Andik Eko S. yang juga sebagai dokter yang menangani keluhan Nita saat itu. Dari pengobatan awal tersebut nyeri linu-linu memang berkurang namun ternjadi kegemukan di wajah dan sekujur tubuh Nita yang mirip dengan pembengkakan. Nita kembali lagi berobat ke Dr. Andik dan hasilnya kegemukan sembuh namun memunculkan kembali rasa linu yang sebelumnya. Lama-kelamaan timbul panas-dingin terus-menerus ddikuti bercak-bercak merah di wajah sekitar pipi yang gatal. Pengobatan selanjutnya masih di Dr. Andik justru menyebabkan bercak-bercak tersebut bertambah parah dan menghitam mirip luka baker. Bahkan setelah menjalani tes ANATES, dr. Andik tetap menyatakan semuanya normal-normal saja. Total pengobatan sebanyak 7 kali di dr. Andik

Karena merasa sakit Nita bertambah parah, tepat satu bulan selanjutnya Solikin mebawanya menuju RSUD Ngudi Waluyo Blitar. Di rumah sakit itu barulah diketahui dengan jelas bahwa Nita mengidap SLE dan berkembang menjadi Steven Johnson Syndrome. Luka mirip luka baker di wajah Nita sekitar Hidung, Pipi, dan Bibir adalah akibat dari Steven Johnson syndrome tersebut.

Dari info yang didapat, Nita menjalani perawatan di Irna Dahlia RSUD Ngudi Waluyo selama 24 hari. Karena peralatan medis yang terbatas dan tidak adanya dokter spesialis kulit yang mampu menangani penyakit ini maka Nita-pun dirujuk ke RSUD Syaiful Anwar Malang. Di rumah sakit ini Nita menjalani perawatan yang cukup baik, karena luka baker diwajahnya mulai mongering dan tim dokter siap melakukan operasi face off untuk mengangkat jaringan kulit yang rusak. Operasi eksisi yang pertama dan kedua berjalan lancer, bahkan Nita sudah sanggup berdiri meskipun masih lemas.

Namun pada senin, 13 April 2009 kondisi Nita turun drastis. Dari hasil pemeriksaan ternyata ditemukan virus yang menginfeksi paru-parunya sehingga sulit bernafas. Ini adalah efek dari SLE serta Steven Johnson Syndrome. Hingga akhirnya tanggal 15 April 2009 Nita tak sanggup bertahan lebih lama dan meninggal.


Malapraktik atau Pelanggaran Kode etik?

Kasus Dugaan Malapraktik ini ditangani oleh Kasatreskrim Polres Blitar AKP Ary Fadly berdasarkan laporan Solikin pada awal Febtuari 2009. Laporan ini dilakukan oleh Solikin karena penolakan dr. Andik untuk melihat kondisi Nita saat dirawat di RSUD Ngudi Waluyo. Dengan adannya laporan tersebut maka segeralah dimulai penyelidikan atas kasus Malapraktik yang menimpa Nita.

Kuasa hukum dr. Andik Eko S. yakni Anna Haroen S. H yang juga menjabat sebagai kuasa hukum rumah sakit se-jatim ini menolak bahwa klien-nya dituduh telah melakukan Malapraktik terhadap Nita. Menurutnya dr. Andik telah melakukan pengobatan sesuai dengan prosedur. Bahkan dr. Andik sudah menduga Nita mengidap penyakit Lupus dengan diberikannya obat yang mengandung dexamethason. Bahkan dr. Andik sudah memberikan rujukan kepada Solikin untuk membawa Nita ke RSUD Ngudi Waluyo, hal inilah yang dibantah oleh pihak Solikin.

Dari perdebatan diatas dapat diketahui bahwa telah terjadi miss Communication antara dr. Andik dan Solikin. Kesalahan ini dapat terjadi karena disengaja maupun tidak disengaja, dan hal inilah yang harus dibuktikan oleh pihak Kasatreskrim Polres Blitar. Mengingat status kedudukan social dokter ditengah masyarakat desa yang ‘tinggi’, maka kesalah dapat terjadi kapan saja. Ketidak mengertian orang awam mengenai teknis kedokteran membuat sebagian orang menaruh kepercayaan penuh terhadap dokter termasuk dengan obat-obat yang diberikan.

Untuk itu diperlukan keterbukaan antara dokter dengan pasien, dan dokter pun memilik rambu-rambu dalam hubungan kerjanya dengan pasien yakni:

1. Mengahargai pasien sebagai subjek

2. Semua yang dilakukan demi keuntungan pasien

3. Tidak memberikan kecacatan

4. Justice: sebagai bentuk tuntutan

Pelanggaran terhadap rambu-rambu tersebut tidak bisa dikatakan sebagai Malapraktik, namun sebagai pelanggaran kode etik saja. Sanksinya juga lebih ringan yakni hanya pencabutan ijin praktek. Kategori Malapraktik baru bisa diberikan ketika seorang dokter memberkan pengobatan tanpa melalui prosedur yang diwajibkan dalam dunia kedokteran.

Hal inilah yang mendasari pendapat pihak Kasatreskrim tentang tidak adanya usur pidana dalam kasus ini. Secara sepihak pihak Polres mengatakan akan menghentikan penyidikan karena dr. Andik tidak memenuhi unsur perbuatan melawan hukum sehingga tidak dapat dikenakan KUHP karena Malapraktik, dan akan mengeluarkan SP3 atau surat penghentian penyidikan.

Pihak keluarga Nita yang diwakili oleh kuasa hukumnya, Nonot Suryono S.H, merasa statement tersebut tidak tepat. Karena SP3 baru bisa dikeluarkan karena tidak adanya cukup bukti sehingga tidak membuktikan unsur PMH, bahkan setelah SP3 keluar, penyidikan tetap dapat dilanjutkan asalkan dengan menemukan bukti baru. Yang paling penting adalah dapat diperolehnya Dokumen Medik Kesehatan (DMK) tentang penyakit Nita.

Dalam dunia kedokteran, istilah Malapraktik dianggap sebagai momok untuk para dokter. Istilah hukum pun tidak menggunakan istilah Malapraktik namun kelalaian. Dalam kaitannya dengan kasus ini, kelalaian dapat dimaksud juga pelanggaran terhadap kode-kode etik kedokteran sehingga dapat dikenakan pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan matinya seseorang.

Hal ini diperkuat juga dengan pasal 45 UU Perlindungan Konsumen Ketika terjadi sengketa antara konsumen dengan pengusaha, kemudian diselesaikan diluar pengadilan. Maka unsure pidana tidak hilang. Dengan penafsiran secara analogi, pelayanan dokter terhadap pasien dianggap seperi hubungan pelaku usaha dengan konsumen. Dan tentu saja sanksi karena pasal-pasal ini lebih berat yakni hukuman pidana penjara atau kurungan.


Saling Lempar Tuduh

Situasi kian memanas antara kubu dr. Andik diwakili oleh Anna Haroen S.H dengan kubu Solikin diwakili oleh Nonot Suryono S.H. maka terjadilah saling lempar tuduh dari dr. Andik kepada dr. Rina sebagai pihak RSUD Ngudi Waluyo yang juga merawat Nita selama 24 hari.

Dari keterangan yang diberikan oleh Anna Haroen S.H, penyebab dari munculnya butterfly syndrome (syndrome kupu-kupu beruang) yang menimbulkan luka parah hingga merusak jaringan kulit pipi, hidung, dan bibir adalah krim yang diberikan oleh dr. Rina. Krim tersebut menibulkan infeksi bakteri Neukrotik yang memakan jaringan kulitnya sendiri dan dihentikan pemakaiannya karena timbul bercak-bercak hitam.

Pihak kepolisian pun berpendapat demikian. Diperkuat juga dengan hasil pemeriksaan obat-obatan yang diperoleh dari dr. Andik oleh ahli farmasi dari fakultas Farmasi Universitas Airlangga bahwa isinya Cuma antasida seperti promaag untuk mualnya. Dan analgesic serta vitamin.

Sementara pihak Nita bersikeras mengatakan bahwa Nita dibawa ke RSUD Ngudi waluyo sudah dalam keadaan muka telah luka parah dan menghitam. Jadi bukan karena krim yang diberikan dr. Rina. Memang dr. Rina sudah memberikan krim, namun itu bertujuan agar luka diwajah yang mongering itu tidak perih saat mengelupas.

Tuduhan lain juga diberikan oleh Anna Haroen adalah pelayanan RSUD Ngudi Waluyo yang kurang memenuhi syarat. Faktanya, Nita dirawat dalam ruang rawat inap biasa bukan ruang khusus seperti di RS Saiful Anwar Malang. Padahal telah diketahui Nita menderita Steven Johnson Syndrome yang mudah terinfeksi. Karena itu menurutnya yang patut dipertanyakan tanggung jawabnya adalah RSUD Ngudi Waluyo bukan dr. Andik.

Yang mengherankan disini adalah konfrontasi justru terjadi di pihak dokter sendiri. Tidak hanya hubungan dokter dengan pasien yang mengalami miss communication namun juga hubungan antara dokter dengan dokter. Sementara Anna Haroen S.H sendiri juga kuasa hukum dari dr. Andik sekaligus dr. Rina dari RSUD Ngudi Waluyo.

Hal ini sebelumnya juga telah dialami oleh Solikin secara pribadi ketika mempertanyakan tanggung jawab dr. Andik. Sebagai orang awam, Solikin dapat dengan mudah diombang-ambing agar tuntutannya tidak terpenuhi. Disinilah sebenarnya diperlukan keterbukaan antara dokter dengan masayarakat agar hal-hal demikian ini tidak terjadi lagi.


SLE (Systemic Lupus Erythomatosus) dan Steven Johnson Syndrome (SJS)

Pada dasarnya, penyakit awal yang dierita Nita adalah SLE, yang kemudian karena penanganan yang salah maka berkembang menjadi Steven Johndson Syndrome dan infeksi. Maka dari itu dapat dikatakan Nita menderita 3 penyakit sekaligus dan salah satunya termasuk kategori penyakit langka.

Steven Johnson syndrome adalah penyakit yang merupakan reaksi berlebihan dari dalam tubuh seseorang, penyakit ini berhubungan dengan system imunitas seseorang. Seseorang yang mengidap penyakit ini maka segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuhnya akan direspon berbeda dan berlebihan sehingga menimbulkan efek lain.

Penyebab dari SJS antara lain alergi obat, infeksi virus, bakteri, jamur; dan efek ganas kanker, limforma. Gejala-gejala SJS antara lain diawali dengan demam, nyeri sendi dan otot; sakit kepala dan batuk; proses ditandai oleh infeksi saluran nafas atas yang nonspesifik; telapak tangan atau kaki melepuh.

SLE adalah penyakit yang kekebalan tubuhnya menyerang dirinya sendiri. Karena pengaruh gen yang mirip dengan virus. Menurut teori evolusi, petir membentuk DNA. Karena dahulu manusia juga virus, maka kekebalan tubuh manusia bisa menjadi virus. Penyakit SLE masuk melalui banyak pintu. Seperti penyakit gila. Jika ada wanita kena stroke, hampir pasti itu lupus. Jika ada wanita kena penyakit jantung, bisa dikatakan itu lupus, jika ada wanita terkena sakit mata, bisa dipastikan itu lupus. Jadi banyak sekali pintu masuk untuk penyakit lupus ini. Prosentase dari penyakit lupus adalah 0,05%-0, 3%. Penyakit lupus harus dibuktikan oleh hasil laboratorium. Tingkat kematian dari penyakit SLE ini sendiri tinggi. Penyakit lupus bisa begitu cepat merenggut nyawa seseorang. Jika seseorang yang mengidap penyakit lupus terlalu capai, maka penyakit itu dapat timbul. Jadi intinya penyakit lupus ini penyakit yang susah diprediksi.

Menurut salah satu dokter spesialis penyakit Lupus di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, ketidak telitian diagnosa dr. Andik dalam mendeteksi penyakit Lupus memang bukan hal aneh. Selain karena sulit diprediksi, dr. Andik memang kurang berpengalaman dalam hal menangani paien suspek Lupus. Karena tidak semua pasien dr. Andik adalah suspek Lupus.

* Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga

tergabung dalam Aliansi Advokasi Nita Nur Halimah


Wednesday, April 15, 2009

Blog 'punya temen' Awards

Diposkan oleh Reesh-Ma

Ada seorang baik hati mau berbagi kebahagiaan gara-gara dapet 3 blog awards dari temennya. Dan blog jelek punya saya ini ternyata masuk dalam list orang-orang yang diperbolehkan numpang ngetop lewat awardnya.
Oh bahagianya hati....! Soalnya baru pertama ini dapet award (walaupun berkat hibah).


*kayaknya award ini kurang pantes buatQ, padahal 2 posting sebelumnya Q mengkritik tentang temen. Eh sekarang malah ngaku-ngaku blog persahabatan.
gak papa... yang penting eksis ajah!


*Ini lagi... Aku seorang inspirator??
Hanya Tuhan yang mengetahui kebenaran sesungguhnya.


*ini nih yang ku suka... Tapi masa iya blog beginian bisa jadi blog keren sebenernya.

Pada intinya Thanks buat pemilik blog cumatulisanbasi.blogspot.com yang bersedia membagi hadiahnya buat blog ala kadarnya seperti punya saya ini. Sebagai tanda penghargaan kucantumkan juga Foto empunya. Tha..Tha..



Hoho... thanks yah...

Wednesday, March 11, 2009

Pameran Episode 2

Diposkan oleh Reesh-Ma

Yeah...
ini adalah beberapa view favoritQ selama mengembara di alam Jawa Timur (alaah mengembara! songong!!) Tanpa editing, tanpa efect, 100% original! Surga dunia yang nggak semua orang bisa lihat, apalagi buat cewek kayak aQ! hahaha Q bangga bisa melihat dengan mata kepala sendiri indahnya ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.



















Yang dibawah ini Q sebut "negeri diatas Awan". Dikutip dari salah satu judul lagu Jikustik klo gak salah, soalnya dengan ngelihat awan-awan ada dibawah kaki kita, rasanya emang bener-bener ada di atas awan. perjalanan yang berat langsung lupa dengan indahnya awan-awan diatas! klo saja ini bukan di puncak gunung, Q pasti udah lompat ke bawah. Asli mirip banget sama kapas-kapas di dalam bantal gw!




Sunday, March 8, 2009

Apa Gunanya punya teman??

Diposkan oleh Reesh-Ma

Apa sih gunanya punya teman? Apa enaknya klo punya sobat? Jawaban klisenya "untuk berbagi suka dan duka". Pertanyaannya lainnya: Suka yang bagaimana dan susah yang bagaimana? suka yang klo Qta punya rezeki lalu bagi-bagi ke teman dan sobat-sobat, gila-gilaan bareng, menjalani hobi bareng atau saling menceritakan tentang hal-hal menyenangkan yang pernah ada. Dan susah yang saat Qta patah hati maka akan ada yang menghibur, bersedia meminjamkan uang saat kantong sedang pas-pasan atau saling memaafkan saat melakukan kesalahan yang menyakitkan. Faktanya lebih dari 50% guna teman dan sobat hanya untuk curhat dan tukar cerita.

Pernah nggak merasa kesepian, sendirian diantar daftar nama teman yang bertumpuk? Qta butuh teman dan sobat, tapi saat mencari nama mereka dalam ingatan, dalam contact list, dalam buku diari, nggak satupun yang cocok untuk memenbuhi keinginan hati Qta saat itu. Ato mungkin Qta pernah merasa senang bersama sobat, menjalani hari dengan tawa tapi setelah 5 menit berpisah kenangan-kenangan yang baru saja dilalui rasanya tak berarti apa-apa. Tak ada yang spesial diantara tawa dan canda yang terjadi 5 menit lalu. Disaat Qta bangun pagi kemudian merenung dan berfikir dengan siapa hari ini harus dilalui.

dan aku selalu merasakan semua itu. Di setiap pagi, setiap siang, setiap sore, setiap malem, saat bangun tidur hingga beranjak tidur, di kamar, di jalan, di kampus, saat sendiri, aku dikembalikan pada kenyataan hidup bahwa hidupQ sebenarnya terlalu sepi. Aku punya banyak teman dan sobat yang bisa mencerahkan hariku tapi aku selalu merasa sendiri. Kesendirian yang tak bisa dihapuskan bahkan oleh teman yang sudah bersahabat sekian tahun lamanya.

Wednesday, February 18, 2009

Pameran

Diposkan oleh Reesh-Ma

Q abis ngedit-edit foto nih...

Jadi pingin pamer.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Sebenernya masih banyak, Tapi yang paling Q suka cuma ini.
Keren banget kaan...!!

Balada Si Penulis

Diposkan oleh Reesh-Ma

Dion memacu motornya melebihi kecepatan normal dia biasa mengemudi. Jalan raya yang macet karena bersamaan dengan jam pulang kerja diterobosnya dengan berani. Dion membawa motor bebeknya ini menyusuri jalan A. Yani menuju rumahnya. Sekali-kali motor Dion meliuk-liuk meotong jalan mobil-mobil yang turut melintas. Target Dion, secepat mungkin dia harus sampai dirumah dan duduk di depan komputernya.

Semua ini bukan karena jadwal Dion untuk nge-game online, bukan juga rasa Be-Te alias Boker Time yang udah kepentok deadline. Tapi karena otak Dion mendadak terpenuhi inspirasi untuk cerper-cerpen terbarunya. Sebagai seorang penulis cerpen freeland yang bermimpi menjadi Khalil Gibran versi taon 2009, inspirasi sekecil apapun nggak boleh disia-siakan. Apalagi Dion punya sifat pikun, jadi inspirasi-inspirasi yang kebetulan lewat bisa gampang menguap. Makannya Dion buru-buru pulang. Dia nggak mau ide cemerlangnya kali ini hilang gitu aja.

Dion melihat jarum indikator bensin motornya, udah nyampe garis merah. Saatnya masuk pom bensis. Tapi Dion lewat gitu aja didepan pom. Masih mending Dion nggak isi bensin karena inspirasinya. Dulu Dion pernah mendadak berhenti boker hanya gara-gara idenya datang tiba-tiba. Dasar sableng!

Motor Dion berhenti tepat didepan rumah. Dion langsung parkir ala kadarnya dan buru-buru masuk rumah. Saat melewati Mbak Ning pembantunya, Dion sempat berbalik.

“mbak klo ada yang telpon atau datang nyari-nyari aku, bilang aku lagi di Timur Tengah ikut misi perdamaian Israel – Palestina. Ok? Klo dia bilang penting banget, suruh bikin janji dulu. Ntar dihubungi lagi 1 X 24 jam” cerocos Dion

Mbak Ning yang lagi asik nyapu sambil joget-joget India cuma bisa manggut-manggut kaget. Secara juragannya ngomong udah kayak kereta patas lewat. Cepet banget! Belom sempet Mabak Ning ngasih jawaban, Dion udah melesat hilang ke kamarnya.

BLAM... CKLEK...

Pintu kamar dituutp dan dikuci dari dalam. Dion menyalakan komputer kesayangannya dan bersiap-siap mengetik sambil menunggu proses booting.

1 menit, monitor masih gelap cuma terdengar suara blower berputar.
2 menit, muncul wallpaper Dion lagi nyengir mirip kuda dan mulai ada opening soundnya.
3 menit, icon-icon muncul satu persatu.

Klik... klik...
Dion memencet icon office word 2003, lama banget loading komputernya bikin Dion jengah.

Klik... klik...
Dion memencet icon office word lagi. Masih belum ada reaksi.

Klik... klik... klik... klik...
Dion memencet icon itu berkali-kali sesukanya dan tidak ada reaksi apapun.

BUGH... BUGH...
Saking kesalnya, Dion menepuk monitor dan CPU-nya gantian “woi... woi... ini komputer kenapa sih?” Dion terus-terusan memukul monitor tak berdosa itu, belom puas memukul-mukul Dion kini ganti memenceti tombol enter di keyboardnya.

BUGH... BUGH... klik... klik... TEK... TEK... TEK... BUGH... BUGH... TEK... BUGH.... BUGH... TEK... klik...klik...
Dion memukul, memencet, meng-klik gantian samapi menimbulkan irama yang asik banget buat joget India favorit Mbak Ning.

WUUUZZZZ....

Tangan Dion mendadak berhenti begitu layar komputernya mati.

“lho... lho... kok mati?” Dion memeriksa tombol-tombol komputernya berharap tuh komputer nyala lagi “wah apess! Mati lampu lagi! Kompie... kamu bertahan ya! Jangan rusak dulu!” Dion gantian mengelus-elus monitornya.
“Mbak Ning... mati lampu ya? Benerin sekringnya dong!” teriak Dion dari dalam kamar.

Bukan listrik yang menyala justru Mabak Ning tiba-tiba mengetuk pintu kamar Dion buru-buru “Mas... mas...!” panggil Mbak Ning
“ada apa sih? Kan aku suruh benerin sekringnya, kok malah kesini? Atau jangan-jangan duit listrik bulan ini kamu embat ya? Makannya listriknya diputus PLN?” tanya Dion sebal
“anu mas... listriknya lagi pemadaman. Kemaren pak RT bilang hari ini komplek kita kena giliran pemadaman sampai jam 7 malam. Saya tadi lupa bilang!”
“HA?? jam 7?” Dion garuk-garuk kepala “ah ide aku udah keburu ilang! Ya udah... mbak balik aja kesana”

Dion kembali lagi duduk didepan komputernya. Kali ini bukan untuk mengetik ide dalam otaknya. Tapi memikirkan bagaimana caranya ide ini bisa ditulis sebelum hilang. Dion melihat sekelilingnya, senyum Dion mendadak melebar. Tak ada rotan akarpun jadi, tak ada kopi teh juga bisa, tak ada jengkol pete pun oke. Alah..! singkatnya meski kompie gak bisa nyala tapi Dion bisa mengeluarkan idenya secara manual alias ditulis tangan.

Iseng-iseng Dion masuk ke kamar adeknya, Dian, yang masih sekolah. Pasti banyak buku tulis kosong yang bisa dipake. Buku sudah siap, tinggal bolpennya. Sekalian aja Dion ngacak-acak meja belajar adeknya, mumpung empunya lagi nggak ada. Klo Dian sampe tau, bisa-bisa suaranya melengking tajam melihat kakaknya jadi pencuri. Tapi entah sial atau gimana, itu bolpen raib dari peradaban. Dari ujung timur sampai ujung barat, itu bulpen, pensil dkk gak keliatan batang tutupnya.

Dion mencoba mencari dikamarnya sendiri. Disini sih sudah pasti nggak ada, udah seminggu dia libur kuliah tapi semua alat tulisnya sudah musnah, hilang, raib, pergi entah kemana.

“adooh mau nulis aja susah amat! Dirumah ini orang-orangnya gak modal banget sih. Pulpen aja gak punya!” gerutu Dion

Demi menjaga inspirasi diotaknya, Dion terpaksa harus beli pulpen dulu. Secepat kilat Dion berlari meuju motor dan bersiap-siap pergi.

JGREKK... JGREKK... JGREKK...
Berkali-kali di starter, tapi itu motor belom juga menyala.

“apaan lagi sih?” Dion turun dan memeriksa motornya “ya ampun... tadi kan aku belum isi bensin!” Dion memukul jidatnya “abis dah bensinnya, mana buru-buru lagi!”
“MBAAK NING!!” teriak Dion memanggil Mbak Ning

Mbak Ning datang lagi sambil tergopoh-gopoh. Juragannya yang satu ini seneng banget sih manggil-manggil dia seenaknya. “ada apa lagi toh mas?”

“kamu tolong beliin aku pulpen dong!”
“yah... em maaf mas! Lagi tanggung nih, kerjaan di rumah banyak. Lagian kan ada motor, mas bisa naek motor, tuk... tuk... tuk... nyampe deh!”
“motor aku mogok! Kamu aja yang beli pulpennya”
“kan ada sepeda ungklik mas! Itung-itung olahraga gitu!”
“aah... capek! Cepetan dong! Butuh banget nih pulpennya” perintah Dion gemas
“trus kerjaan rumah gimana? Atau gini aja, saya beli pulpennya tapi mas yang ngerjain kerjaan saya, nyuci piring, nyapu, ngepel, jemur baju...”
“eh sialan! Sebenernya yang jadi najikan kamu atau aku? Enak benget nyuruh-nyuruh majikan!” Dion berubah sewot
“lha kan mas tadi maunya begitu!”
“alah... bilnga aja kamu mau ketemu si Parto satpam komplek. Jangan dikira aku gak tau ya kamu suka nangkring disitu”
“nangkring? Emang ayam?”
“udah-udah aku beli sendiri ajah. Dasar pembantu sableng!”

Dion menyambar sepeda onthel yang ada didekat situ dan mengayuhnya ke toko buku terdekat. Sepanjang perjalanan Dion berusaha menyusun ulang ide di otaknya yang masih acak-acakkan.

“ntar judul cerpennya Dongeng Ibu. Ceritanya si Ibu sering banget mendongen pada putri kecilnya. Si ibu mendongeng tentang indahnya kejujuran, tantang hebatnya cinta yang menghapus kutukan dan kisah-kisah terpuji lainnya. Tapi seiring berlalunya waktu, putri kecil itu merasa si Ibu mengkhianati dongeng-dongeng yang pernah dicerutakannya” Dion mengoceh pada diri sendiri.

Saking asyiknya menkhayal, tau-tau Dion udah sampai di toko tujuannya

“selamat siang mas! Ada yang bisa dibantu?” sapa salah satu mas-mas penjaga toko ramah
“mas beli pulpennya dong!”
“merk-nya?”
“pilot”
“em... kebetulan pulpen pilot lagi kosong mas!”
“standard deh!”
“itu juga kosong mas!” mas-mas itu tersenyum lebar
“faster ada gak?”
“Mas-mas itu berfikir sebentar “ada, warnanya?”
“item aja!”
“wah tadi baru dicek, dan tinta hitamnya kering semua”
“biru... biru...” Dion mulai kesal dengan jawaban masnya yang ngasal
“baru aja order ke pabriknya!”
“yang merah?” nada Dion meninggi
“wah gak berani jual mas! Kata ibu guru, tinta merah itu nggak sopan!”
“hhrrrh...!” geram Dion marah “niat buka toko gak sih? Perasaan pulpen aja gak ada semua!” maki Dion
“sabar mas... sabar!” mas-mas itu tetap tersenyum tanpa dosa “ada 1 merk pulpen baru. Baru launching hari ini, langsung dari pabriknya. Kualitasnya oke, mas kayaknya cocok jadi konsumen pertama. Gimana?” promosinya
“iya deh... iya deh... butuh banget ini!”

Mas-mas itu mengeluarkan 1 pulpen dari dalam etalase. Pulpen yang dipromosikan mas-nya terbuat dari plestik bening yang tintanya bisa terliahat dari luar dan bisa diisi ulang.

“berapa nih?”
“20 ribu!”
“busyett!” mata Dion melebar “gak salah? Situ mau jualan atau ngerampok? Eh buat pulpen beginian, 5 ribu perak juga aku gak rela! Pilt aja 1000 perak tahan berbulan-bulan klo gak ilang” omel Dion
“trus gimana? Jadi gak nih mas?”
“ogah! Aku cari alat tulis yang murah meriah, yang penting bisa buat nulis”
“em... klo ini gimana?” mas itu mengeluarkan sebatang pensil 2B
“berapa nih? Awas klo ngaco!”
“1500 mas!”
“gitu kek dari tadi! Nih!” Dion memberikan selembar uang seribuan dan 1 koin 500-an. Setelah itu Dion buru-buru menuju sepedanya mau pulang.
“mas-mas! Nggak sekalian rautannya?” panggil mas penjual itu
“nggak perlu! Biar saya gigiti pake gigi supaya lancip”

Dion mengayuh sepeda onthel-nya dengan speed 9. Dia kepingin segera sampai dirumah dan melanjutkan acara menulisnya. Sekarang persiapannya sudah lengkap, buku ada, pulpen juga. Udah nggak ada alasan lagi untuk menghalangi tulisannya.

“Mbak Ning, klo ada yang nyari, bilang aku ikut tim SAR nyari 7 pendaki yang hilang di Sukabumi ya...” Dion langsung melesat menuju kamar.

Buku tulis sudah diatas meja, pensil juga sudah dalam genggaman. Saatnya mulai menulis!!
Suatu hari seorang ibu sedang mendongeng untuk anak perempuannya sebelum beranjak tidur...
SREETT... SRETT... SREEETT... Dion mencorat-coret tulisa pertamanya dan menulis lagi.

Ketika malam tiba adalah saat bagi sang ibu untuk menbacakan cerita bagi putri kecilnya...
SREETT... SREETT... SRETT

“HWAAA... inspirasiku hilang!!” jerit Dion histeris.

Troy, About Love and Power

Diposkan oleh Reesh-Ma

Ini bukan sebuah resensi film yang membahas tentang lebih dan kurangnya film barat ‘Troy’. Bukan juga ajang promosi karena yang jelas film ‘Troy’ sudah lebih dulu booming sebelum posting ini ditulis. Tapi tulisan ini hanya sebuah ulasan kecil tentang pesan di film Troy, yang menurutku cukup hebat untuk direnungkan.

Dijaman sekarang, jika perempuan berhasil membuat dua atau lebih laki-laki berani bertarung untuk memperebutkannya adalah hal yang bisa dibanggakan bagi kaum perempuan. Laki-laki yang selalu merasa dirinya paling hebat sanggup melakukan segalanya bagi kaum perempuan yang selama ini dipandang lebih rendah dibawah mereka.

Sebenarnya hal ini layak disebut hebat karena pertarungan cinta atau pertarungan tentang harga diri para laki-laki?

Banyak juga yang bilang, kelemahan laki-laki ada 3:
1.Harta
2.Tahta
3.Wanita
Benar atau salah itu hanya jawaban dari idealisme laki-laki, karena apapun jawabannya 3 hal itu sudah jadi rahasia umum yang nggak akan bisa dihapus.

Ketiganya tergambar jelas di kisah ‘Troy’. Sebuah perang yang tertulis beratus-ratus tahun setelahnya ternyata dipicu hanya karena satu perempuan, Helen “princess of Sparta”. Dan semuanya tak murni untuk merebut kembali Helen, tapi juga demi kekuasaan dan keabadian nama untuk dikenang ratusan tahun lagi. Dan ternyata siapa sangka, para pemimpin hebat yang bertarung untuk sebuah kekuatan fisik justru kalah hanya karena kekuatan hati.

Tak peduli semua itu nyata terjadi dijaman Yunani atau Cuma karangan fiktif sang sutradara film.

Maka berbahagialah para kaum perempuan, karena sejarah telah menuliskan kehebatannya menaklukkan laki-laki terhebat. Nggak ada kaum perempuan, laki-laki bukan siapa-siapa. Dan tanpa kaum perempuan, laki-laki tak bisa apa-apa.

Just About Live

Diposkan oleh Reesh-Ma

Yang Q tau hidup gak melulu tentang cinta. Yang Q tau hidup bukan hanya uang, kekuasaan dan hal-hal semu lainnya. Bukan juga tentang hokum, hak, kewajiban dan filosofi. Yang Q tau hidup adalah permainan. Permainan yang penuh dengan paksaan. Mau tidak mau siapapun harus memainkan permainannya masing-masing. Satu nyawa ntuk satu peran.

Kadang Q tertawa saat permainan itu terasa menyedihkan. Hidup memainkan fungsinya dengan indah tanpa basa-basi. Seolah tak memahami apa yang Q mau dan inginkan, segalanya terjadi begitu saja.

Hidup membuatku memiliki apa yang tak kusuka dan menginginkan apa yang tak bisa kumiliki. Seperti sedia paying saat tak hujan atau tak punya kapal saat kebanjiran. Sungguh menyedihkan mengalami hal lucu tapi tak diharapkan.

Tak heran begitu banyak orang bunuh diri tanpa peduli lagi dengan permainan hidup. Mungkin mereka lelah karena tak lagi bisa menjalankan pion secerdik dulu. Tapi disisi lain Q yakin mereka kini lega. Akhirnya mereka bisa keluar dari onggokan daging bernama tubuh. Karena tubuh hanya pion

Banyak juga orang menghias pion mereka masing-masing. Mempercantik tubuh. Operasi plastic, suntik sislicon atau memasang susuk. Tujuannya Cuma 1, mengendalikan hidupnya dan hidup orang lain. Berusaha menjadi Tuhan untuk orang lain. Sungguh ironis, tubuh Cuma sekadar fasilitas, buat apa direbutkan?

Q kadang berfikir tentang permainan hidupku sendiri. Semuanya berjalan biasa-biasa saja walau banyak yang tak bisa kudapatkan. Q bisa menemukan semuanya dengan mudah sekaligus kehilangan dengan cepat.

Singkatnya hidupku punya selera humor yang cukup tinggi. Aku adalah petualang yang merindukan rumah, aku pemberontak yang penuh aturan, aku apatis yang mudah bicara, aku adalah putih yang selalu menghitam.

Pada dasarnya Q tak mengerti tentang hidup. Semua ini cukup untuk menujukkan pertanyaan dari jawabanQ, walau sebenarnya ini Cuma sebatas khayalan.

Friday, February 6, 2009

Kritikus Karbitan

Diposkan oleh Reesh-Ma

Akhir-akhir ney Q sebel. Sebee...l banget! Q sebel sekaligus heran dan gak habis pikir sama kritikus-kritikus sok tau di Indonesia. Ini bukan soal kritikus politik, kritikus masakan, atao kritikus ekonomi. Klo kritikus jeis ini, Q percaya mereka emang kompeten di bidangnya masing-masing.

Yang lagi Q bahas adalah kritikus-kritikus musik karbitan yang modalnya cuman mantengin TV dan dengerin radio. Orang-orang yang dengan seenaknya mencemooh, mengkritik, sok tau, apatis, memandang sebelah mata dan no, no never pada musikaitas Indonesia.

Sebelumnya Q minta maaf sama orang-orang sekitarQ yang ngerasa gimana... gitu dengan tuisan ney. Tapi jangan ge-er dulu... tulisan ney bukan cuma buat kalian. Ini buat kritikus-kritikus karbitan yang selalu ngerasa telinganya paling oke atau mulutnya paling bener.

Orang-orang ini banyak yang bilang musik Indonesia sekarang GeJe alias Gak Jelas. Katanya musik Indo monoton, mendayu-dayu, suka meniru, gak ada estetikanya, suaranya cempreng deelel. Masih lebih bagus musik barat, tambahnya! Selalu yang diagung-agungkan adalah MCR, PATD, Rihanna, Muse, lily Eden, pokoknya yang gitu-gitu lah!

Kok gak bangga sih sama produk sendiri? Q tau klo musik-musik barat emang keren banget. Nggak munafik juga klo q punya band favorit dari barat. Dibandingkan sama musik Indo, musik barat setingkat lebih hebat. Tapi bukan berarti musik Indo bener-bener terpuruk... ruk... ruk...ruk...! Ada juga kok musisi asli Indo yang go internasional, contoh J-rocks yang bisa rekaman di studionya the Beatles, Anggun yang albumnya mendunia, atau Inul yang bisa show di Jepang. Keren juga kan?

Ironisnyakebanyakan dari kritikus-kritikus karbitan ini justru orang-orang yang nggak bisa maen musik bahkan nggak tau musik sama sekali. Seperti yang Q bilang tadi, modalnya cuma acara-acara musik di TV atau Radio. Klo pun dia suka, paling pol modal mp3 bajakan yang bisa didownload di internet atau transfer lewat bluetooth. Gak punya malu banget sih! udah mengkritik seenak udel, masih aja ngebajak!

Pernah nggak sih orang-orang ini berfikir, nggak gampang bikin secarik lagu. Mungkin aja musisi-musisi itu samapai 7 hari gak makan, gak tidur, gak mandi cuma untuk menciptakan lagu yang merdu dan bisa diteri,a ,asyarakat. Atau juga ada yang harus mandi kembang 7 rupa selama 7 hari 7 malam, semedi di goa, puasa 40 hari dan rela putus dari pacar supaya dapet feel patah hati yang pas. Kerja keras seperti ini dijabani demi lagu yang panjangnya nggak sampai 5 menit. Tapi kemdian orang-orang ini ngomong ini-itu tanpa mau mikir dia sendiri belum tentu bisa bikin lagu.

Q ngerasaain sendiri susahnya bikin lagu yang panjangnya cuma 1 kalimat aja. Setiap kali Q pegang gitar, inspirasi-inspirasi itu langsung hilang, pas lagi nggak pegang gitar, ide-ide selalu ada. Begitu terus! Q terus usaha mencari nada-nada buat laguQ, sampai setelah lagu itu jadi dan Q dengerin didepan orang lain, orang-orang itu justru teriak-teriak klo laguQ gak je;as. Ya... mungkin emang nggak enak, tapi perhatikan juga dong perasaan orang lain!

Yang jelas Q ngerasa gemeees banget denga orang-orang kayak gini. NATO banget! apa ya sebutannya... "sincilia mother fucker" menurut Q! orang-orang gini gak cuma sok tau tentang musik tapi juga film, fashion, dan tentang hukum. Padahal mereka orang Indo tapi benci karya Indo. Pindah aja ke Barat, mampu gak? Gak mampu aja banyak bacot!

Tuesday, February 3, 2009

Indonesia “Negara Penjual Pahlawan”

Diposkan oleh Reesh-Ma

TKI juga pahlawan.

Tanggal 10 November mendatang, bangsa Indonesia akan kembali merayakan hari Pahlawan. Sebuah hari yang dipersembahkan khusus kepada jasa-jasa para pahlawan. Hari bersejarah yang dimulai sejak tahun 1945 menjadi sebuah patokan untuk kembali mengenang jasa-jasa pahlawan nasional dalam membela Negara Indonesia tercinta ini.
Mengacu pada peristiwa sejarah tanggal 10 November 1945, kisah kepahlawanan identik dengan tindakan heroik dan nasionalisme. Sejak saat itu rasa nasionalisme mulai didengung-dengungkan pada setiap bangsa Indonesia. Nasionalisme yang merupakan paham kebangsaan, atau paham dimana kepentingan bangsa diutamakan dari kepentingan pribadi maupun golongan pada akhirnya menjadi tolak ukur pantas tidaknya seseorang dianggap sebagai pahlawan.

Semakin berkembangnya zaman, maka tolak ukur kepahlawanan tidak hanya terbatas pada rasa nasionalisme saja. Walaupun paham itu tetap mendominasi namun, bangsa Indonesia kini cukup cerdas untuk mendefinisikan hakikat pahlawan. Pahhlawan di jaman modern ini bergeser makna menjadi orang yang memiliki jasa atau manfaat bagi orang lain. Seseorang berhak menyandang gelar atau sebutan pahlawan jika dia mampu mengorbankan dirinya demi kepentingan bersama.

Dengan definisi demikian maka sudah barang tentu semakin banyak ‘jenis-jenis’ pahlawan yang bermunculan. Sebagai contoh gelar ‘Pahlawan tanpa tanda jasa’ yang diberikan pada guru. Tak terkecuali pula gelar ‘Pahlawan Devisa’ yang diberikan pada TKI-TKI kita di luar negeri.

Gelar pahlawan devisa itu juga bukan secara Cuma-Cuma diberikan pada TKI-TKI tersebut. Kita semua tahu betapa besar peranan TKI tersebut dalam membantu perekonomian Negara kita. Walaupun sebagian besar dari para TKI itu tidak berangkat atas dasar rasa nasionalisme, namun dengan kerja keras mereka di luar negeri telah bermanfaat bagi orang lain. Setidaknya bagi keluarga mereka di Indonesia, karena sebagian besar dari TKI itu adalah masyarakat kalangan bawah.


TKI rawan tindak kriminal

Setelah peran besar yang diberikan TKI untuk Indonesia, maka kesempatan untuk memperbaiki ekonomi di luar negeri semakin terbuka lebar. Pada akhirnya terjadi tren bagi masyarakat menengah kebawah menjadi TKI dan berbondong-bondong pergi keluar negeri. Kenyataan demikian jelas menguntungkan perekonomian bangsa Indonesia. Hasil yang dicapai oleh para TKI itu menjadi pendapatan per kapita Indonesia, dan tentunya meningkatkan tingkat kemakmuran keluarganya.

Sayangnya jasa yang diberikan oleh para TKI ini tidak diimbangi dengan balas jasa yang sepadan pula. Maraknya warga Indonesia yang berbondong-bondong ke luar negeri menjadi lahan criminal bagi orang-orang yang tak bertanggung jawab. Yang paling sering terjadi dengan TKI kita adalah Trafficking (perdagangan manusia) dan penganiayaan. Modus dalam pelaksanaannya relatif sama, sebagian besar kejadian terjadi di satu Negara.

Pada dasarnya Indnesia sudah memiliki beberapa peraturan yang mengatur tentang perlindungan TKI di luar negeri, contoh UU Hubungan Luar Negeri No. 37 tahun 1999, Pemerintah berkewajiban untuk melindungi seluruh WNI di luar negeri termasuk TKI, dimanapun mereka berada. Tapi entah karena aturan ini tidak efektif atau sistem di Indonesia yang kurang tegas, yang jelas trafficking dan penganiayaan itu tetap terjadi. Boro-boro menangani warga negaranya di rumah orang, menangani warga negaranya di rumah sendiri saja masih carut-marut.


“Jual-beli Pahlawan”

Melihat besarnya jasa yang diberikan TKI itu pada Indonesia, sudah semestinya Indonesia memberikan penghargaan tinggi pada mereka. Tidak perlu membangun monument megah yang bisa dilihat semua orang, cukup dengan jaminan perlindungan. Dengan kenyataan seperti ini, Indonesia terkesan sangat tidak peduli dengan nasib TKI-TKI-nya.

Indonesia seperti sedang berjualan pahlawan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Coba bayangkan, sebelum berangkat, TKI ini menyetor sejumlah uang untuk administrasi pada departemen keimigrasian. Setelah bekerja, TKI itu mendapatkan penghasilah yang dihitung sebagai pendapat per kapita Indonesia. Tapi giliran TKI itu kena masalah, Indonesia selalu kalah diplomasi.

Walaupun sistem ‘jual-beli’ disini berbeda dengan trafficking tapi yang terjadi ini sama seperti kegiatan jual beli, setelah pembeli menyetor uang maka tanggung jawab barang ada pada pembeli. Walaupun banyak masalah yang menimpa TKI, tapi Indonesia tetap sistem yang sama untuk ‘menjual’ TKI-TKI itu.

Ada pepatah bilang, “bangsa yang besar adalah bangsa yang mengahargai jasa pahlawannya.” Selama ini Indonesia hanya berusaha menghargai jasa-jasa pahlawan Nasional yang telah memerdekakan bangsa ini, tapi Indonesia selalu melupakan sosok pahlawan yang lain, contohnya ya TKI ini. Jadi sebenarnya Indonesia ini bangsa yang besar atau bangsa yang ‘tidak akan pernah besar’?

Saturday, January 31, 2009

Cuma Sehelai Kapas

Diposkan oleh Reesh-Ma

Seperti udara aku kini,
berada tapi tak bertempat.

Seperti hujan aku hidup,
lurus melaju...
dan jatuh tanpa keinginan.

Sayap ini patah ketika terbang tinggi.
Bulu-bulu ini juga rontok saat kaki tak lagi sanggup berdiri....

Hingga kusadari bahwa....

Aku bukan apa-apa....
aku bukanlah siapa-siapa....
dan aku tak memiliki apa-apa....

Aku cuma sehelai kapas,
yang hinggap....

Dan akan pergi ketika angin menjemput....

Saturday, January 24, 2009

Apes deh!!

Diposkan oleh Reesh-Ma

Hari ini gue apes berat!! udah sendirian dirumah, ditinggal mami n kaka gw keluar kota. Tapi besok gw keluar juga sih, jadi impaslah!.

Tapi gw apesnya, gara-gara template blog ney gw ganti. Content-contentnya ilang. Untung sebelumnya gw sempet copy. Tapi mengembalikan content itu butuh waktu yang lama. Cuapek!!

Em.. gw punya kepanjangan nama gw nich...




Gw gak tau artinya...
Maka dari itu artiin ya...

Monday, January 19, 2009

Big 5 most cute boy

Diposkan oleh Reesh-Ma

Kali ini gw pingin ngasih tau semuanya siapa-siapa ajah yang jadi big-5 cowok-cowok keren versi Greenious Hurray!! Penilaian cowok-cowok ney bersifat subjective, jadi gak boleh ada protes. Klo mau protes dateng ajah ke gedung DPR di Senayan (emang mau demo??). dan keputusan editor Greenious Hurray tidak dapat diganggu gugat, OK??

So the winner is...
1) Ramon Y. Tungka
2) Eross SO7
3) Vino G. Sebastian
4) Phewe "Tahta"
5) Richie "Five Minutes"

CONGRATULATION FOR U ALL!!

Alasan knp gw pilih Ramon sbg juara pertama, karena diantara mereka yang menurut gw dandanannya paling ala kadarnya cuma Ramon. Kagak Neko-neko, tapi cakep banget. Satu kampung lagi ma gw (eh enggak ding, kampung gw tetangganya kampung dia). Gw paling terkesima saat rambut Ramon masih Curly-curly gimana.. gitu!!

Trus Klo Eross, gw suka banget sejak SO7 muncul di Indonesia. Ney cowok berbakat abiss, lumayanlah cakeplah!! expecially, gw emang suka cowok pemain gitar. Nyeni gitu loh!! dan kayakanya Eross mewakili kategori itu.

Vino, emmmm... cakep! Itu pasti dong! gw suka banget filmnya bareng Fahrani di Radit dan Jani. Lo-lo semua mesti nonton. Tapi bedanya film ney kagak ngeliatin tubuh seksinya Vino kayak di Realita Cinta dan Rock n Roll.

Phewe, Kang Asep dari Bandung. di postingan gw sebelumnya udah gw tulis gimana sukanya gw ma Phewe. Dicari yah trus kasih komen-komen gitu...

Yang terakhir Richi-nya Five minutes. Ngomong-ngomong tadi gw sempet mampir ke webnya five minutes. Ternyata klo Richie copot kacamata dia cina yah?? Sori bukannya gw Rasis, tapi kok gak keliatan banget pas lagi manggung gitu.

Yah dari semua ntu, alasan utama knp gw pilih mereka selain cakep juga Rock n Roll. Gw paling suka cowok Rock n Roll. Long Live to Rock'n'Roll.

Ngomong-ngomong soal Rock n Roll, dikampus gw juga ada tuh cowok begitu. seangkatan ma gw juga kok. Kagak cakep sih, tapi gw suka ngeliat gayanya. Dia ala kadarnya, tapi saking ala kadarnya gw pikir dia kuliah belom mandi. abis lusuh begono...

Tapi ya mungkin itu kali ya yang bikin cowok Rock n Roll keliatan beda. Trus ney cowok jutek, wajahnya serem, gw pernah dijutekin ma dy padahal gw cuma niat nyapa ajah. Apess!!

Lho kok jadi ngomongin cowok di kampus gw?? Balik lagi ke Big-5 Greenious Hurray!! Loe semua keren dah!!

Pacar SMA

Diposkan oleh Reesh-Ma

Pertama kalinya aku berada disini, aku masih belum bisa mengerti apa-apa. Jangankan mengerti, melihat dengan benar-benar jelas masih harus menerka-nerka. Semuanya seakan seperti angin yang jelas-jelas dirasakan tanpa mampu untuk direalisasikan menjadi sesuatu yang nyata.

Aku ini gadis yang masih polos, tak ada satupun yang terlihat mencolok padaku. Meski secara fisik aku ini gadis SMA, tapi tetap saja aku masih belum benar-benar merasakan dunia SMA. Dunia dimana semua orang termasuk temanku bilang dunia paling asyik. Itulah yang selalu mereka elu-elukan tapi entah dimana asyiknya? Bagiku selama ini semua biasa saja, bahkan hingga 1 tahun aku di SMA aku belum menemukan dimana istimewanya.

“halo ngapain?” Seorang cowok datang dan menepuk bahuku
“Cuma ngelamun!”
“o… ngelamunin gua ya? Elu kangen gua?”

Aku Cuma tersenyum pelan, terpaksa meski sebenarnya aku nggak benar-benar ingin merespon kata-katanya. Cuma sekedar kamuflase daripada dia mengadu dan akibatnya aku harus mendengarkan ocehan teman-temanku mengenai segala tata cara dalam berpacaran. Segala tetek bengek yang bahkan aku sendiri nggak ngerti apa yang semua orang inginkan dalam berpacaran?

Cowok ini pacar pertamaku. Entah bagiku ini pacaran atau bukan karena memang sebenarnya perasaanku tidak pernah terpaut padanya. Semua ini karena teman-temanku, mereka yang mengenalkan aku padanya, mereka yang mengatakan dia menyukaiku dan mereka yang menjodohkan aku dengannya.

Entah sejak kapan hubungan ini dimulai. Tiba-tiba saja dia rutin datang kerumah saat hari sabtu, cara bicaranya seolah-olah dia selalu memanjakan aku. Diapun sering mengirimi sms-sms berisikan perasaannya padaku. Tapi bagiku semua itu biasa.

“kenapa Diam? Ada masalah? cerita dong, mungkin gua bisa bantuin elo!”

Aku menatap wajahnya. Aku berfikir sadarkah ia bahwa masalah sebenarnya justru ada pada perasaannya yang menyukaiku?

“sakit?”
Aku diam.
“laper?”
“aku mau pulang!”
“gua anter yach?”
“nggak aku pulang sendiri!”
”nggak, gua anter sampe rumah, klo dijalan ada apa-apa gimana?”
“aku mau ke warnet”
“tetep gua anter, gua ikut elo ke warnet”
“aku lama mungkin 3 jam”
“gua tungguin, sampe subuh bakal gua tunggu”
“ntar kamu dicariin”
“gue udah biasa pulang sore”
“aku gak mau ngerepotin kamu”
“gue gak ngerasa kerepotan dengan semua hal buat elo”
“aku pingin sendiri”
“kenapa harus sendiri? Klo elo punya masalah cerita ke gue!”

Nada bicaranya meninggi sedikit, aku merasakan akan datang adanya pertengkaran antar aku dan cowokku yang kemudian berahir dengan omelan-omelan temen-temenku.

“ceritanya aku jenuh. Kamu selalu ikut campur urusanku. Selalu ingin tahu ini – itu kamu…”
“gua ini pacar elu kan? Wajar donk gue ingin tahu semua tentang pacar gu...”
“bagiku enggak! Klo ini hubungan pacaran yang kamu mau, aku berhenti”
“maksud elo, kita putus?

Aku diam. Putus?! Apa hebatnya kata putus itu? Banyak gadis takut putus dengan pacarnya. Apa yang mereka takutkan? klo memang tak ada lagi perasaan dari salah satu pihak, untuk apa bertahan? Semuanya Cuma bakal melahirkan kebohongan-kebohongan baru yang bakal menyakiti pihak yang satunya kelak.

Setidaknya itu yang ingin kukatakan sekarang. Tidak, seharusnya sudah dari dulu kukatakan tidak. Sejak dia mulai mengenalku, harusnya saat itu aku bisa tegas bahwa dia bukan orang istimewa buatku. Sebelum semuanya jadi terlalu rumit seperti ini, Bukankah lebih baik menyakiti diawal cerita?

Tapi ternyata sama saja, aku ini sama penakutnya dengan cewek-cewek yang takut dengan kata putus. Hanya aku bukan takut diputus, justru aku mengharapkan dia memutuskanku secepatnya. Itulah! Bukan hanya kali ini aku diambang putus dengan cowokku, sudah berkali-kali malah. Tapi hasilnya sama saja, aku tetap harus berbaikan dengannya hanya demi temanku.

Entah kenapa aku harus takut dengan mereka? Tidak ada yang bersaing denganku untuk cowokku. Mereka bilang aku ini kekanak-kanakan. Tapi coba lihat! Apa aku dewasa membiarkan diriku pasrah dalam hubungan yang nggak jelas juntrungnya? Tetap saja aku ini gadis yang polos, mungkin itulah yang membuatku nggak ngerti jalan pikiran mereka. Katanya aku ini kolot!

Pacaran itu itu harus saling mengerti dan memahami, itu Bull Shit! Klo memang itu tujuannya apa harus dibayar dengan kebebasan dan perasaan seseorang? Bagiku tidak! Aku sudah bosan takut, sudah bosan putus asa, itu yang dikatakan seorang sastrawan. Dan aku harus bisa lepas dari masalahku klo perlu dengan caraku sendiri.

“Ya, seperti katamu. Kita putus!”
“tapi gue sayang elu”
“sayang? Tidak sadarkah kamu perasaanmu membatasiku? Kamu buat aku terus-terusan mengalah dengan keputusan teman-temanku tanpa kamu ataupun mereka tau gimana perasaanku”
“klo gitu katakan tentang perasaan elu”
“aku ingin semua masalah ini selesai tanpa harus ada hubungannya dengan temen-temenku”
Dia diam, Sepertinya dia mencoba mencari kata-kata yang tepat untuk menyanggah kata-kataku.
“aku ini kekanakan, menurutku kamu justru lebih kekanakan. Aku nggak ngerti dimana istimewanya duniaku, dan mereka bilang pacaran adalah salah satu istimewanya. Tanpa mereka biarkan aku memilih siapa dan apa yang kurasakan, mereka memaksaku bersamamu. Dan ternyata kamu Cuma cowok yang bersembunyi dibalik punggung temenku untuk bersamaku”
“lalu elo…”
“sori, aku nggak bisa berhubungan dengan cowok yang sama sekali nggak memiliki perasaanku”
“ta…”
“satu hal lagi. Aku nggak peduli jika akhirnya kamu nagdu pada temenku. Untuk kali ini aku sudah valid”

Aku berjalan pergi. Dalam pikiranku Cuma ada kata-kata omelan temen-temenku nanti. Bahwa aku kekanakan tanpa mau memberikan kesempatan untuk berubah. Justru karena kekanakanku itulah yang membuatku ingin lepas dari kisah seperti ini. Biarlah aku memiliki hubungan dengan cowok yang mampu menerima bahwa aku ini masih terlalu polos.